• About Us
    • Copyright
    • Pedoman Media Siber
    • Privacy Policy
  • Accor Hotels Solo helat Appreciation Night
  • Besok, Choir Competition 2018 digelar
  • Contact Us
  • Crew
    • Abu Nadzib
    • Ardi Sardjono
    • Avrilia Wahyuana
    • Damar Sri Prakosa
    • Fira Maghfirani
    • Ika Wibowo
    • Indra Saputra
    • Iwan Buwono
    • Noer Atmaja
    • Rachmad Agunanto
    • Senja Kurnia
    • Suwarmin
    • Wahyu Panji
  • Index
  • Jadwal Acara
Radio Solopos FM
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
Radio Solopos FM
No Result
View All Result
Home News

Program Paksa Pilah Sampah, Camat Banjarsari : Dimulai Dari Terpaksa, Jadi Kebiasaan Baik

Redaksi by Redaksi
7 January 2022
in News
0
Pilah Sampah Banjarsari

Ilustrasi memilah sampah (sumber foto : Freepik)

SoloposFM, Kecamatan Banjarsari mulai menerapkan pilah sampah. Melalui aturan Pemerintah Kecamatan Banjarsari melalui Surat Edaran No. LH.15.01/629.1 tentang Program Paksa Pilah Sampah dari Rumah (Papi Sarimah). Warga juga mulai melakukan pemilahan sampah rumah tangga sesuai jenisnya.

Beni Supartono, Camat Banjarsari, dalam Dinamika 103, Kamis (06/01/2022), mengungkapkan penerapan pilah sampah ini memudahkan petugas sampah kala mengambil sampah dari rumah warga. Hal ini juga sebagai upaya menciptakan sikap disiplin warga atas penangan dan pengelolaan sampah rumah tangga.

Diketahui, sebelumnya petugas harus memilah sampah mana yang bisa langsung dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Hanya sampah organik yang bisa langsung diangkut ke TPA. Sedangkan sampah anorganik bisanya dipilah dulu untuk dijual lagi ke pengepul sampah daur ulang atau jual kepada bank sampah.

 

Tak Dipilah Tak Diangkut

 

Pemerintah Kecamatan Banjarsari, Solo, memang memberlakukan aturan tegas terkait pengelolaan sampah. Warga yang tak memilah sendiri sampah rumah tangga bakal kena sanksi.

Baca juga : Keluhan Asam Urat, Persagi Surakarta : Bisa Diatasi Dengan Diet Yang Tepat!

 

Sanksi tersebut yakni tidak mendapatkan pelayanan dari petugas pengambil sampah. Jika mendapati sampah di rumah warga masih bercampur, petugas tidak akan mengambil sampah mereka.

Beni juga mengimbau kepada petugas sampah, untuk mau mengingatkan warga yang belum mematuhi aturan tersebut serta sanksi yang ditetapkan.

“Tetap diambil petugas sampah dulu, tapi petugas harus menyampaikan, hari selanjutnya harus dipisah sendiri dari rumah. Jadi tidak terus-terusan membiarkan hal itu terjadi> jadi dari keterpaksaan ini mereka akan memulai kebiasaan baik,” terang Beni.

Melalui pilah sampah ini, sampah anorganik yang telah dipilah oleh warga nantinya dapat mereka manfaatkan ulang atau dijual.

 

Opini Sobat Solopos

 

Dalam Dinamika 103, Kamis (06/01/2022), mayoritas Sobat Solopos mengaku sudah mulai melakukan pilah sampah. Sebanyak 67% Sobat Solopos sudah melakukannya. Sedangkan 33% lainnya mengaku belum melakukan pilah sampah.

 

Berikut sejumlah opini mereka :

 

“Saya masuk warga Banjarsari. Sebenarnya sudah lama saya lakukan pemilahan sampah plastik, botol-botol, kertas, buku. Kalau sudah banyak baru saya kasih ke Pak sampahnya. Tapi yang jadi pertanyaan saya sekarang? Bagaimana dengan plastik bekas isi ulang minyak, bekas kopi dll? Tapi sekarang saya plastikin sendiri juga. Dan tolong untuk dinas, harusnya sosialisasi nya tidak cuma di teruskan lewat grup WA saja, tapi di jelaskan dan diberi contoh kepada warganya,” papar Nur Syamsiah.

“Soal pemilahan sampah. Aku sudah lakukan beberapa tahun lalu. Karena aku sudah dapat sosialisasi dari dinas terkait di Kelurahan Pajang beberapa tahun lalu. Jadi sampah dari rumah tanggaku sudah terpisah sesuai saran,” tulis Sriyatmo.

“Saya sudah 3 tahun memilah sampah sesuai jenisnya. Selain ikut melestarikan alam dari limbah yang sulit diurai oleh tanah. Sampah non organik bisa dijual dan uangnya bisa untuk bantu Supeltas dan dibelikan media tanam untuk tanaman di rumah,” ungkap Priyanto.

 

Contoh pilah sampah (Foto : Priyanto)

 

[Diunggah oleh Avrilia Wahyuana]

Tags: daur ulangpilah sambah. lingkungango green

Studio Streaming

Radio Streaming

Recent Posts

  • Dorong UMKM Naik Kelas, Pemkot Pekalongan Fasilitasi Sertifikasi Halal
  • Samsat Sukoharjo Perkuat Sinergi Layanan dan Genjot Kepatuhan, Targetkan 80% Warga Taat Pajak 
  • Wakil Wali Kota Pekalongan Ajak ASN Terapkan Gaya Hidup Hemat Energi
  • LCCM 2026 Solo Hadir dengan Sistem Baru, Tekankan Uji Mental dan Kecepatan Siswa
  • 49 CPNS Resmi Jadi PNS, Wali Kota Pekalongan: Kinerja Harus Bagus!

Category

  • Lifestyle
  • Opini
  • News
  • Program
  • Event
  • Podcast
  • Galery Foto

Site Links

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org
  • Copyright
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.