• About Us
    • Copyright
    • Pedoman Media Siber
    • Privacy Policy
  • Accor Hotels Solo helat Appreciation Night
  • Besok, Choir Competition 2018 digelar
  • Contact Us
  • Crew
    • Abu Nadzib
    • Ardi Sardjono
    • Avrilia Wahyuana
    • Damar Sri Prakosa
    • Fira Maghfirani
    • Ika Wibowo
    • Indra Saputra
    • Iwan Buwono
    • Noer Atmaja
    • Rachmad Agunanto
    • Senja Kurnia
    • Suwarmin
    • Wahyu Panji
  • Index
  • Jadwal Acara
Radio Solopos FM
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
Radio Solopos FM
No Result
View All Result
Home News

UNS Resmikan Digester Biogas Portabel Boyolali: Limbah Ternak Jadi Energi Ramah Lingkungan, Dukung SDGs 12

Adv

Abu Nadzib by Abu Nadzib
1 December 2025
in News
0
limbah ternak winny swastike Digester biogas portabel

Ketua Tim Pengabdian Kemendiktisaintek Skema PKM Batch III, Dr. Winny Swastike (tengah) bersama dengan warga dan mahasiswa saat meresmikan instalasi biogas digester portabel di Peternakan Sapi Perah Paras, Desa Paras, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, Minggu (30/11/lalu). (Istimewa)

Radio Solopos, BOYOLALI — Langkah maju dilakukan Universitas Sebelas Maret (UNS) dalam upaya pemanfaatan limbah ternak menjadi energi terbarukan di Boyolali.

Melalui Tim Pengabdian Kemendiktisaintek Skema PKM Batch III, UNS meresmikan instalasi biogas digester portabel di Peternakan Sapi Perah Paras, Desa Paras, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, Minggu (30/11/lalu).

Digester biogas portabel di Peternakan Paras ditargetkan menghasilkan gas pada hari ke-14 setelah proses fermentasi.

Biogas tersebut akan diuji coba untuk menggantikan penggunaan LPG di rumah tangga peternak sehingga dapat menekan biaya energi dan mendorong kemandirian energi desa.

Peresmian dilakukan oleh Dr. Winny Swastike, dosen Fakultas Peternakan UNS yang sekaligus Tim Pengabdian Kemendiktisaintek Skema PKM Batch III.

Acara dikemas dalam kegiatan sosialisasi dan workshop bertema “Pengolahan Emas Putih dan Emas Hitam untuk Energi dan Ketahanan Pangan Berkelanjutan.”

Ketua Tim Pengabdian Kemendiktisaintek Skema PKM Batch III, Dr. Winny Swastike (tengah) bersama tim UNS dan pemilik Peternakan Sapi Perah Paras, Desa Paras, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, Minggu (30/11/lalu). (Istimewa)

Winny Swastike mengatakan, digester biogas portabel yang dipasang di Peternakan Paras ditargetkan mulai menghasilkan gas pada hari ke-14 setelah proses fermentasi.

“Teknologi ini tidak hanya mengolah limbah kotoran sapi tetapi juga memberi nilai tambah bagi peternak. Kami berharap biogas ini dapat menjadi solusi energi bersih yang murah dan mudah diterapkan,” ujar Winny.

Kegiatan pengabdian masyarakat di Boyolali menghadirkan para ahli lintas bidang dari Universitas Sebelas Maret (UNS).

SDGs 12 & Asta Cita Ekonomi Hijau

Dr. Achmad Basuki dari Fakultas Teknik Sipil memaparkan konsep desain kandang sehat dan efisien, serta memberi penjelasan teknis tentang konstruksi instalasi biogas portabel yang aman, tahan lama, dan mudah dioperasikan oleh peternak.

Dosen Fakultas Peternakan Dr. Achmad Pramono membekali peternak dengan pengetahuan mengenai fermentasi hijauan pakan, manajemen pemberian pakan, produksi susu, serta optimalisasi kesehatan ternak untuk meningkatkan produktivitas usaha peternakan.

Digester biogas portabel di Peternakan Paras, Cepogo, Boyolali ditargetkan menghasilkan gas pada hari ke-14 setelah proses fermentasi. (Istimewa)

“Keduanya menegaskan bahwa pemanfaatan limbah ternak yang disebut emas hitam dan pengolahan susu yang disebut sebagai emas putih harus berjalan paralel sebagai satu sistem usaha berkelanjutan,” ujar Winny.

Winny menambahkan, program ini selaras dengan SDGs Nomor 12 yaitu Responsible Consumption and Production, serta mendukung Asta Cita Pemerintah Indonesia melalui penguatan ekonomi ramah lingkungan dan efisiensi sumber daya.

Melalui program ini, kata dia, peternak tidak hanya menghasilkan susu berkualitas tetapi juga energi bersih dari limbah ternak.

“Model ini diharapkan menjadi contoh edukatif bagi daerah lain,” katanya.

Antusiasme Peternak

Sementara itu, para peternak di Peternakan Paras Boyolali mengikuti kegiatan workshop dengan antusias, mulai dari sesi teori hingga praktik pengisian digester, perawatan, dan simulasi pemanfaatan gas.

“Kami senang bisa belajar langsung dari para pakar. Semoga biogas ini bisa benar-benar mengurangi biaya LPG di rumah,” ujar salah satu peternak peserta kegiatan.

Winny Swastike menyatakan peresmian digester biogas portabel di Boyolali ini menjadi bukti nyata sinergi pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam mengembangkan teknologi tepat guna yang berdampak langsung.

Tim pengabdian berkomitmen melakukan monitoring berkala hingga biogas benar-benar siap digunakan oleh peternak. (ADV/*)

Tags: Tim Pengabdian UNSWinny SwastikePeternakan PARASenergi terbarukanlimbah ternak

Studio Streaming

Radio Streaming

Recent Posts

  • Warga Laweyan Solo Dapat Hadiah Umrah Iftar Ramadan dari Lorin Group Solo
  • Tirta Ampera Boyolali Perkuat Layanan, Pengaduan Pelanggan Kini Terintegrasi Digital
  • Dana Transfer Pusat Turun Rp1,5 Triliun, Sumanto: Pemprov Jateng Harus Kreatif Gali Potensi PAD
  • Fokus Kolaborasi Pemerintah Pusat–Daerah, Penanganan Rob Pekalongan Masuk Tahap Evaluasi Ulang
  • DPRD Jateng Bahas Raperda Penyelenggaraan Standardisasi Jalan dan Garis Sempadan

Category

  • Lifestyle
  • Opini
  • News
  • Program
  • Event
  • Podcast
  • Galery Foto

Site Links

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org
  • Copyright
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.