• About Us
    • Copyright
    • Pedoman Media Siber
    • Privacy Policy
  • Accor Hotels Solo helat Appreciation Night
  • Besok, Choir Competition 2018 digelar
  • Contact Us
  • Crew
    • Abu Nadzib
    • Ardi Sardjono
    • Avrilia Wahyuana
    • Damar Sri Prakosa
    • Fira Maghfirani
    • Ika Wibowo
    • Indra Saputra
    • Iwan Buwono
    • Noer Atmaja
    • Rachmad Agunanto
    • Senja Kurnia
    • Suwarmin
    • Wahyu Panji
  • Index
  • Jadwal Acara
Radio Solopos FM
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
Radio Solopos FM
No Result
View All Result
Home News

Pengawasan Penggunaan Daring Guna Mencegah Terorisme pada Anak

Redaksi by Redaksi
6 April 2017
in News
0
Pengawasan Penggunaan Daring Guna Mencegah Terorisme pada Anak

SoloposFM- Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) meminta orang tua ikut mewaspadai penggunaan teknologi dalam jaringan (daring) yang melibatkan anak-anak mereka guna mengantisipasi beragam doktrin yang bertentangan dengan ajaran agama.

Dilansir dari Antaranews, Kepala BNPT, Komisaris Jenderal Suhardi Alius dalam acara Harlah Ke-71 Muslimat mengatakan bahwa jaringan teroris lebih memilih menjalankan aksinya melalui media sosial. Kemajuan teknologi tersebut sengaja dimanfaatkan oleh segelintir orang untuk memasukkan beragam doktrin yang bertentangan dengan ajaran agama. Hal itu sangat berbeda dengan sebelumnya. Jika dahulu proses baiat itu bertatap muka, secara fisik untuk mendoktrin orang, sekarang baiat lewat online dan dilakukan berulang ulang.

Di Indonesia masih kesulitan untuk memberantas beragam praktik doktrin yang memanfaatkan teknologi daring ini sebab beragam media sosial di Indonesia bisa dimanfaatkan. Untuk itu, Suhardi aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat sebagai upaya meminimalkan beragam doktrin buruk tersebut. Salah satunya, meminta warga Muslimat Nahdlatul Ulama untuk ikut mengawasi keluarganya.

Suhardi mengatakan bahwa BNPT juga berupaya membuat kontranarasi dan kontrapropaganda. Ketika ada muatan negatif, ayat-ayat yang menurut mereka benar, akan langsung dibahas oleh tim khusus dengan melibatkan pakar-pakar sehingga bisa dikontrol.

Suhardi berharap masyarakat juga makin cerdas dengan fenomena tersebut, dengan menyaring informasi yang benar, terutama dengan menyaring informasi yang negatif. Keluarga yang sebelumnya ada anggota keluarga pernah terlibat jaringan teroris harus terus dirangkul, terutama anak-anaknya, dengan harapan tidak terlibat hal yang sama, terpapar doktrin yang bertentangan dengan ajaran agama.

[Nabila Ikrima]

Tags: anakterorBNPTawascegahorang tuasosialjaringhimbaumediaduniamayaguna

Studio Streaming

Radio Streaming

Recent Posts

  • Warga Laweyan Solo Dapat Hadiah Umrah Iftar Ramadan dari Lorin Group Solo
  • Tirta Ampera Boyolali Perkuat Layanan, Pengaduan Pelanggan Kini Terintegrasi Digital
  • Dana Transfer Pusat Turun Rp1,5 Triliun, Sumanto: Pemprov Jateng Harus Kreatif Gali Potensi PAD
  • Fokus Kolaborasi Pemerintah Pusat–Daerah, Penanganan Rob Pekalongan Masuk Tahap Evaluasi Ulang
  • DPRD Jateng Bahas Raperda Penyelenggaraan Standardisasi Jalan dan Garis Sempadan

Category

  • Lifestyle
  • Opini
  • News
  • Program
  • Event
  • Podcast
  • Galery Foto

Site Links

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org
  • Copyright
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.