Radio Solopos, SOLO – Dua tim pemenang Green Impact Project 2026, Eco Juris dan Eco Lincraft, memaparkan perjalanan inovasi pengolahan limbah mereka dalam talkshow Selasar di Radio Solopos FM, Jumat (28/8/2026).
Tim Eco-Juris yang beranggotakan mahasiswa Hukum dan Kimia Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta berhasil meraih juara pertama lewat inovasi pengolahan sampah organik dapur.
Sementara itu, tim Eco-Lincraft meraih juara kedua dengan mengusung solusi olah limbah tekstil di sektor non-organik yang masih jarang dilirik peserta lain.
Keresahan Lingkungan
Gagasan Eco-Juris berangkat dari keresahan atas menumpuknya sampah kantin kampus yang belum terkelola optimal, padahal menyimpan potensi ekonomi.
Dari dua ide yang disiapkan, mereka mengeksekusi proposal pengolahan limbah organik dapur.
Selama kurang lebih tiga bulan, tim ini mengumpulkan sampah organik dari tujuh kantin fakultas.
Melalui fasilitas Rumah Budidaya Maggot-Lele berbasis sistem Budidaya Ikan dalam Ember (Budikdamber), mereka sukses memproduksi maggot segar, lele konsumsi, hingga pupuk organik.
Di sisi lain, tim Eco-Lincraft menghadirkan kolaborasi mahasiswa Desain UNS dan STMM “MMTC” Yogyakarta.
Mereka mengolah kain bekas dan pakaian rusak menjadi produk busana bernilai jual tinggi melalui pemilahan serat serta redesign, sekaligus memberi “kesempatan kedua” bagi limbah tekstil.
Komitmen Keberlanjutan Proyek
Pascakompetisi, Eco-Juris memperkuat legalitas keberlanjutan proyek melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Bank Sampah UNS, BEM Lingkungan Hidup, dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Saat ini, Eco-Juris tengah memperjuangkan agar sistem tersebut dapat direplikasi sebagai pilot project di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) UNS pada 2027.
Sementara itu, Eco-Lincraft berfokus pada komersialisasi produk dan edukasi masyarakat mengenai pengolahan kreatif kain bekas.
Melalui storytelling di media sosial serta penempelan product tag, mereka menonjolkan kerumitan proses sekaligus tingginya nilai karya olahan limbah.
Untuk menjaga pasokan bahan baku, tim ini juga membuka layanan pengumpulan dan penjemputan donasi pakaian bekas secara berkala.














